Breaking News

Mobil Boks Indomaret Kepergok "Kencing" BBM ke Mafia Minyak 'Opung', Warga Sebangar Desak Kapolda Riau Turun Tangan



INFORMASI PUBLIK | BENGKALIS,–
Aktivitas dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal skala besar di wilayah Sebangar, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, kian meresahkan masyarakat setempat. Praktik ilegal yang dikenal warga dikomandoi oleh seorang mafia berinisial 'Opung' ini diduga berjalan mulus tanpa tersentuh hukum, hingga memicu desakan agar Kapolda Riau segera mengambil tindakan tegas.


Dugaan praktik culas ini terendus secara tidak sengaja oleh tim media yang sedang melakukan perjalanan dari Kota Dumai menuju Pekanbaru. Saat melintasi kawasan Sembagar, tim media mendapati sebuah mobil boks operasional milik perusahaan retail Indomaret dengan nomor polisi (No Pol) BM 8606 FG dan no seri Indomaret PKU65 tengah berhenti di lokasi tersebut.


Bukan tanpa alasan, mobil operasional retail tersebut diduga kuat tengah melakukan aktivitas ilegal berupa "kencing" atau menyuling dan menjual minyak subsidi/bahan bakar dari tangki mobil secara ilegal kepada pihak penimbun.


Dari pantauan langsung di lapangan saat pintu rumah terduga penimbun terbuka, terlihat dengan sangat jelas puluhan jerigen berkapasitas besar berbaris rapi di dalam rumah. Sejumlah pekerja atau anggota dari 'Opung' juga tertangkap basah sedang memindahkan minyak hasil "kencingan" dari mobil Indomaret tersebut ke dalam jerigen-jerigen yang sudah disiapkan.


Warga Dihantui Ketakutan dan Trauma Kebakaran

Kondisi ini memicu keresahan mendalam bagi warga sekitar. Selain merugikan negara akibat penyelewengan BBM, warga mengaku dihantui ketakutan luar biasa akan potensi bencana besar, seperti musibah kebakaran hebat yang kapan saja bisa melanda pemukiman mereka akibat penimbunan bahan mudah terbakar dalam jumlah masif di area padat penduduk.


"Kami sangat takut dan resah. Penimbunan minyak ini kapasitasnya besar dan dilakukan di dalam rumah. Kalau terjadi korsleting atau percikan api sedikit saja, rumah kami di sekitar sini bisa ikut habis terbakar. Siapa yang mau tanggung jawab?" ungkap salah seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.


Diduga Ada "Setoran" ke Aparat Penegak Hukum

Lebih lanjut, warga juga mengeluhkan mandulnya penegakan hukum di wilayah tersebut. Aktivitas yang dilakukan secara terang-terangan ini terkesan dibiarkan oleh aparat penegak hukum (APH) setempat. Muncul dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa sang mafia minyak, 'Opung', rutin memberikan "setoran" atau upeti kepada oknum aparat agar bisnis ilegalnya tetap berjalan mulus tanpa gangguan.


"Aktivitas ini sudah rahasia umum, tapi seperti tidak tersentuh hukum. Kami menduga ada kongkalikong atau setoran ke oknum aparat di wilayah sini, makanya mereka aman-aman saja," tambah warga dengan nada kecewa.


Desak Kapolda Riau Segera Turun Tangan


Melihat situasi yang dinilai sudah darurat dan mengancam keselamatan warga, masyarakat Kabupaten Bengkalis, khususnya Kecamatan Mandau, meminta ketegasan dari pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Riau.


Masyarakat mendesak Kapolda Riau beserta tim jajaran Jatanras atau Ditreskrimsus untuk segera turun langsung ke lapangan, menggerebek gudang penimbunan milik 'Opung', menangkap para mafia bbm, serta memeriksa keterlibatan oknum sopir perusahaan retail yang ikut bermain dalam peredaran minyak ilegal ini. Warga berharap hukum dapat ditegakkan secara adil tanpa tebang pilih demi keselamatan dan ketertiban masyarakat. (Tim)

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - INFORMASI PUBLIK | SUPPORT PIXINDONESIA DIGITAL SOLUTION