Aksi tersebut menuai sorotan karena dilakukan di atas jalur yang tengah menjadi bagian dari rangkaian Festival Pacu Jalur Nasional 2026.
Masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mengecam perilaku seorang konten kreator asal Sumatera Utara (Sumut) yang dinilai merusak budaya pacu jalur. Bahkan, dia diminta untuk segera meninggalkan Kuansing.
Seperti yang disampaikan Darwis, tokoh masyarakat Kuansing, perilaku oknum konten kreator tersebut telah merusak budaya pacu jalur. Dimana, dia memamerkan minuman tuak di gelanggang perpacuan Tepian Narosa Telukkuantan.
Darwis menuturkan bahwa ajang Pacu Jalur merupakan perlombaan tradisional berbasis budaya dan adat istiadat setempat yang menjunjung nilai keagamaan. Menurutnya, tindakan memamerkan minuman beralkohol mencederai marwah perhelatan serta norma adat
masyarakat Kuansing dan Inhu.
Polda Sitanggang diketahui merupakan salah satu pendukung atau sponsor jalur Bintang Emas Cahaya Intan yang merupakan juara bertahan Festival Pacu Jalur Nasional. Jalur tersebut mendapat dukungan dari Pemuda Batak Kuansing (PBK).
Setelah videonya viral, Polda menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku baru pertama kali datang
ke Kuansing dan tidak mengetahui bahwa membawa atau memamerkan minuman di atas jalur tidak diperbolehkan.
Ketua Pemuda Batak Kuansing (PBK), Hardianto Manik, juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kuansing atas kejadian tersebut.
Ia menegaskan kejadian tersebut tidak dilakukan dengan sengaja dan memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan agar hal serupa tidak kembali terjadi.
Editor: Gurgur Saut.

Social Header