Informasi yang dihimpun menyebutkan, Abdul Mutalib diduga tidak menerima jumlah liter BBM yang keluar setelah dinilai tidak sesuai dengan nominal transaksi. Persoalan itu kemudian memicu emosi hingga terjadi kegaduhan di area SPBU.
Bahkan, dalam kejadian tersebut, oknum Sekdes itu diduga sampai meninju bagian meteran atau mesin pengukur BBM. Aksi tersebut sontak menjadi perhatian karena berlangsung di fasilitas pelayanan publik dan dapat disaksikan masyarakat yang berada di lokasi.
Persoalan yang semula berkaitan dengan jumlah liter BBM pun akhirnya berkembang menjadi peristiwa yang menimbulkan sorotan terhadap sikap seorang aparatur pemerintahan desa.
Sudah Berdamai
Saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, pihak SPBU menyampaikan bahwa persoalan dengan oknum Sekdes telah diselesaikan secara damai.
Dengan adanya perdamaian tersebut, persoalan antara kedua pihak disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, penyelesaian damai tidak serta-merta menghilangkan sorotan terhadap perilaku yang diduga terjadi di tempat umum.
Sangat disayangkan apabila seorang aparatur desa justru terlibat dalam kegaduhan di fasilitas pelayanan publik.
Seorang Sekdes semestinya mampu menjadi contoh bagi masyarakat, terutama dalam mengendalikan emosi dan menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi yang baik.
Jika terdapat ketidaksesuaian jumlah liter BBM dengan nominal transaksi, seharusnya persoalan tersebut dapat dipertanyakan kepada petugas dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan. Bukan dengan tindakan emosional yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Jabatan Bukan Sekadar Seragam dan Administrasi
Menjadi aparatur desa bukan hanya soal menjalankan administrasi pemerintahan. Ada tanggung jawab moral yang melekat untuk menjaga nama baik pemerintah desa serta memberikan keteladanan kepada masyarakat.
Karena itu, meskipun persoalan di SPBU Rantau Kasai telah berakhir dengan perdamaian, publik tetap patut mengambil pelajaran. Kegaduhan mungkin dapat diselesaikan dengan perdamaian, tetapi keteladanan seorang aparatur tetap dinilai dari bagaimana ia bersikap ketika menghadapi persoalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan langsung dari Abdul Mutalib terkait dugaan aksi tersebut. Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka guna memastikan pemberitaan berimbang dan memberikan gambaran utuh mengenai kejadian sebenarnya.
Berita ini
menempatkan seluruh tindakan tersebut dalam konteks dugaan, sementara kebenaran kronologi dan detail kejadian tetap merujuk pada keterangan para pihak serta fakta yang dapat diverifikasi.


Social Header