INFORMASI PUBLIK | SIAK,– Polsek Sungai Apit bersama Pemerintah Kampung Penyengat kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Sebanyak 7.000 bibit mangrove jenis Rhizophora ditanam di kawasan Pelabuhan Pasir Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Kamis (4/6/2026).
Aksi penghijauan pesisir ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Green Policing Polda Riau sekaligus upaya nyata menjaga kawasan pantai dari ancaman abrasi, kerusakan ekosistem, dan dampak perubahan lingkungan.
Kapolsek Sungai Apit IPTU Adifian Ikhsan, SH mengatakan, penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan lingkungan dan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada sumber daya alam laut.
"Menanam mangrove berarti menanam perlindungan bagi pesisir. Selain mencegah abrasi, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem," ujar IPTU Adifian.
Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk melestarikan lingkungan.
"Kami ingin mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga alam. Lingkungan yang terawat akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat hari ini maupun generasi yang akan datang," tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Polres Siak dan dihadiri langsung Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH, Wakil Bupati Siak Syamsurizal, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Siak H. Syarif, S.Ag., unsur Forkopimcam Sungai Apit, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Kampung Penyengat.
Sementara itu, Penghulu Kampung Penyengat Abok Agustinus, S.IP., mengungkapkan bahwa gerakan pelestarian mangrove telah menjadi program berkelanjutan yang dijalankan masyarakat setempat.
Ia menyebutkan, sejak 2025 hingga 2026 sedikitnya 30.000 batang mangrove telah ditanam di kawasan pesisir Kampung Penyengat. Bahkan masyarakat juga telah membentuk kelompok pembibitan mangrove secara mandiri untuk memastikan program penghijauan terus berjalan.
"Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini dapat menjadi benteng alami pesisir sekaligus warisan lingkungan bagi generasi mendatang," ujarnya.
Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Usai penyerahan simbolis bibit kepada masyarakat, seluruh peserta turun langsung ke lokasi pesisir untuk menanam mangrove secara serentak.
Melalui gerakan penanaman 7.000 mangrove ini, Polsek Sungai Apit berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pesisir Siak yang hijau, lestari, dan berkelanjutan.***
.jpg)

Social Header