INFORMASI PUBLIK | KUANTAN SINGINGI, RIAU – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, semakin merajalela. Berdasarkan pantauan lapangan pada Selasa (05/05/2026), ditemukan 2 rakit tambang emas ilegal di beberapa titik lokasi namun masih di wilayah yang sama beroperasi secara terbuka dan lancar tanpa adanya hambatan berarti dari pihak berwenang.
Kondisi ini menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat. Keberanian para pelaku mengoperasikan mesin-mesin tambang di area terbuka memunculkan kesan bahwa aktivitas ilegal ini seolah-olah "kebal hukum" dan tidak tersentuh oleh tindakan tegas aparat.
Poin Utama Desakan:
Pembiaran Terbuka: Aktivitas yang terpantau di jalur-jalur seperti "Jl.Raya Airmolek" di wilayah Sentajo Raya menunjukkan operasional yang masif, menggunakan 2 rakit yang merusak ekosistem sungai dan lingkungan sekitar.
Dampak Lingkungan: Selain ilegal secara hukum, penambangan ini menyebabkan pencemaran air raksa (merkuri) dan kerusakan struktur tanah yang mengancam keselamatan warga dalam jangka panjang.
Tantangan bagi APH: Keberadaan 2 rakit yang beroperasi bebas adalah tamparan bagi penegakan hukum di wilayah hukum Polres Kuansing dan Polda Riau. Masyarakat mempertanyakan komitmen aparat dalam memberantas PETI hingga ke akarnya.
Pernyataan Sikap:
Kami mendesak Kapolda Riau dan Kapolres Kuantan Singingi untuk segera:
Melakukan razia besar-besaran dan penindakan hukum secara nyata, bukan sekadar himbauan.
Menangkap pemodal (cukong) di balik operasional rakit-rakit tersebut, bukan hanya pekerja di lapangan.
Memastikan tidak ada oknum yang menjadi "beking" di balik lancarnya aktivitas ilegal ini.
Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Jika aktivitas ini terus dibiarkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum akan terus tergerus. Jangan biarkan Bumi Lancang Kuning rusak oleh segelintir orang demi keuntungan pribadi yang melawan hukum.
(Redaksi)


Social Header