INFORMASI PUBLIK | ROKAN HUL,– Program penghijauan lingkungan *Green Restoration of Our World (GROW) 2026* kembali dilanjutkan di Kabupaten Rokan Hulu melalui kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di *KUD Dayo Mukti, Desa Dayo*, pada *Selasa, 5 Mei 2026*. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam memperluas aksi restorasi lingkungan berbasis masyarakat di Provinsi Riau.
Program GROW 2026 merupakan kolaborasi antara *SKK Migas Sumbagut*, *KKKS Wilayah Riau*, dan *World Cleanup Day (WCD) Riau* dengan target penanaman sebanyak *14.505 bibit pohon* di *12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau*, sebagai kelanjutan dari program tahun sebelumnya.
Di Kabupaten Rokan Hulu, dialokasikan sebanyak *1.500 bibit pohon* yang akan ditanam secara bertahap di beberapa titik penanaman. Jenis bibit yang disalurkan terdiri dari tanaman produktif dan tanaman pelindung yang memiliki manfaat ekologis maupun ekonomis, seperti *mangga, durian, jeruk, kelengkeng, matoa, kakao (cokelat), nangka, rambutan, kapulasan*, serta tanaman peneduh seperti *ketapang kencana* dan jenis lainnya.
Selain meningkatkan tutupan vegetasi, jenis tanaman tersebut juga memiliki kemampuan dalam mendukung *penyerapan karbon (carbon sequestration)* serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Pelaksanaan kegiatan di KUD Dayo Mukti melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya SKK Migas Perwakilan Sumbagut, KKKS Wilayah Riau seperti PT. EMP Energi Gandewa, PT. SPR Langgak, dan PT. APG West Kampar Indonesia, Pihak Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Wilayah II, Manajemen PTPN V, pengurus koperasi desa, tokoh ulama masyarakat, serta unsur pengamanan dan masyarakat Desa Dayo.
Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran masyarakat desa melalui pendekatan penghijauan yang melibatkan unsur koperasi dan komunitas lokal sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Staff Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Fatimah Usman menyampaikan bahwa pendekatan berbasis masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program GROW 2026.
> *“Melalui GROW 2026, kami ingin mendorong keterlibatan masyarakat secara aktif dalam menjaga lingkungan melalui pendekatan kolaboratif. Kehadiran koperasi desa sebagai bagian dari lokasi kegiatan menunjukkan bahwa upaya restorasi lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penguatan peran komunitas lokal,”* ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara sektor industri, komunitas, dan lembaga masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan damppak berkelanjutan.
> *“Kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam memastikan program lingkungan tidak hanya berdampak dalam jangka pendek, tetapi juga mampu tumbuh menjadi budaya bersama di tengah masyarakat,”* tambahnya.
Melalui pelaksanaan GROW 2026 di KUD Dayo Mukti, diharapkan semangat kolaborasi dalam menjaga lingkungan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan ekosistem maupun kehidupan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu.


Social Header