INFORMASI PUBLIK | PEKANBARU,– Polemik video adu mulut antara Iwan Pansa dan Suparman yang beredar luas di media sosial memicu beragam spekulasi liar. Namun, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru angkat suara dan menilai sejumlah pemberitaan yang berkembang telah keluar dari koridor jurnalistik yang berimbang.
Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Suhermanto, menegaskan bahwa narasi yang dibangun oleh sebagian media cenderung tendensius dan berpotensi menyesatkan publik. Ia menyebut adanya indikasi kuat upaya framing yang menggiring opini tanpa dasar fakta utuh.
“Jika dilihat secara menyeluruh, tidak ada satu pun unsur SARA dalam percakapan tersebut. Bahkan, tidak ada penyebutan organisasi Pemuda Pancasila dalam video itu. Ini murni persoalan pribadi,” tegas Suhermanto, Jumat (1/5/2026).
Ia juga meluruskan berbagai informasi yang dinilai keliru, termasuk terkait identitas Iwan Pansa yang sempat diseret ke dalam narasi suku tertentu. Menurutnya, penyebutan tersebut tidak berdasar dan justru memperkeruh suasana.
“Iwan Pansa adalah anak Melayu Deli asal Medan, bukan seperti yang dinarasikan. Mengaitkan peristiwa ini dengan isu suku adalah bentuk pengaburan fakta,” ujarnya.
Lebih jauh, MPC menyoroti adanya media yang mempublikasikan informasi tanpa konfirmasi kepada pihak internal organisasi. Hal ini dinilai sebagai pelanggaran prinsip keberimbangan dan berpotensi mengarah pada fitnah serta pembunuhan karakter terhadap pimpinan organisasi.
“Ini bukan sekadar kekeliruan, tapi sudah masuk pada upaya membentuk opini publik secara sepihak. Kami sangat menyayangkan praktik jurnalistik seperti ini,” tegasnya.
MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru juga menegaskan bahwa organisasi tetap dalam kondisi solid di bawah kepemimpinan Iwan Pansa. Berbagai program konsolidasi internal, pengkaderan, serta kontribusi kader di berbagai sektor terus berjalan aktif.
Tak hanya itu, organisasi juga menunjukkan komitmen dalam menjaga marwah dengan menindak tegas oknum yang menyalahgunakan nama Pemuda Pancasila untuk kepentingan pribadi atau tindakan melanggar hukum.
“Kami tidak mentolerir premanisme dalam bentuk apa pun. Siapa pun yang mencatut nama organisasi untuk merugikan masyarakat, akan kami tindak tegas dan serahkan ke aparat penegak hukum,” ujar Suhermanto.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, MPC juga telah membuka posko pengaduan masyarakat serta aktif bersinergi dengan pemerintah dan aparat dalam berbagai kegiatan sosial dan penegakan hukum.
Terkait dinamika internal, termasuk pergantian struktur kepengurusan, Suhermanto menegaskan bahwa seluruh proses berjalan sesuai mekanisme organisasi yang sah dan merupakan hal yang wajar dalam dinamika kelembagaan.
Menutup pernyataannya, ia mengimbau semua pihak untuk tidak mencampuri urusan internal organisasi tanpa dasar yang jelas, serta meminta media untuk mengedepankan prinsip akurasi dan keberimbangan.
“Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru tetap solid, satu barisan dan satu komando. Jangan bangun opini tanpa fakta, karena itu hanya akan merusak tatanan informasi publik,” pungkasnya.


Social Header